OUR MOTTO :

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik.

Baron Pierre de Coubertin

Perkenalan JK-Wiranto

Jumat, 05 Juni 2009

TIM KAMPANYE JK-WIRANTO SOLO SUDAH TERBENTUK

Tim Kampanye Pemenangan Pasangan Capres/Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto untuk kota Solo/Surakarta sudah terbentuk. Tim diketuai oleh Ketua DPD GOLKAR Solo, RM. Kusrahardjo. Adapun sebagai Wakil Ketua adalah Ketua DPC HANURA Solo, Dra. Sri Mulyani, SH.

Demikian Susunan Pengurus Tim Kampanye JK-Wiranto di kota Solo :

DEWAN PENGARAH :

  1. Drs. GPH Dipokusumo
  2. Ir. Sutiyoso Budi Rahardjo
  3. H. Heru S, Notonegoro, SH, MH.
  4. Bambang Jati Kusumo
  5. Ir. H. Samsul Bahri, SE.
KEPENGURUSAN :
  1. Ketua : RM. Kusrahardjo
  2. Wakil Ketua : Dra. Sri Mulyani, SH.
  3. Sekretaris : Bambang Suharjanto
  4. Wakil Sekretaris : Abdullah A. A.
  5. Bendahara : Sutardjo, SS, SE.
  6. Wakil Bendahara : Hj. Istiyaningsih
  7. Wakil Bendahara : Agus Nuryanto S.Pd
  8. Wakil bendahara : Agung Nugroho
BIDANG KEHUMASAN :
  1. Ketua : Drs. Bambang Triyanto, MM.
  2. Wakil Ketua : Drs. Taufiqurrahman
  3. Anggota : Bekti Karebet, SH.
  4. Anggota : Purwanto
  5. Anggota : Drs. Eko Priyono
  6. Anggota : Habib Alfarobi
  7. Anggota : Aristoteles W. A, ST.
  8. Anggota : Edi Sudartwanto
  9. Anggota : Faizul Kirom
  10. Anggota : Darli
BIDANG ADVOKASI HUKUM :
  1. ketua : Liek. A. Palali, SH.
  2. Wakil Ketua : Jumadi Joko Santoso, SH.
  3. Anggota : Joko Pamuji, SH.
  4. Anggota : Maryono, SH.
  5. Anggota : H. Hardjanto, SH.
BAGIAN KEAGAMAAN :
  1. Ketua : Dr. HM. Alaydrus
  2. Wakil Ketua : Dra. Titi Indah Puji
  3. Anggota : H. Bintang Mas Tranggana
  4. Anggota : Hj. Sri Suprapti, BA.
  5. Anggota : Vincentius Christono S,Pd.
  6. Anggota : Abdul Muis
BAGIAN KAMPANYE :
  1. Ketua : Drs. Bandung Joko Suryono, SH.
  2. Wakil ketua : RM. Sigit Kusdaryatmo
  3. Anggota : Zaenal Mutholib
  4. Anggota : Dra. Titi Indah Puji
  5. Anggota : Ari Nigraheni Susanti A,Md.
  6. Anggota : Lukas Suryantoro
  7. Anggota : Aris Munandar
  8. Anggota : Thomas Harmawantono
  9. Anggota : Wiharto
BAGIAN PENGGALANGAN KHUSUS :
  1. Ketua : H. Suroto Mangun Sudarmo, ST.
  2. Wakil ketua : Hj. Maria Sri Sumarni, SE.
  3. Anggota : Hangtut Hartono
  4. Anggota : Fl. Irawan Joko Rahardjo, ST.
  5. Anggota : Endang Sri Wahyuni
  6. Anggota : Erry Dwi Maryanto
  7. Anggota : Siti Mardiyatmi
BAGIAN SENI & BUDAYA :
  1. Ketua : RM. Tjuk Kussubagyo
  2. Wakil Ketua : Hj. Musdalifah
  3. Anggota : Ninik Sri Sarmini Triningsih
  4. Anggota : Heru Santoso, B,Sc.
  5. Anggota : Purwanto
  6. Anggota : Sri Eka Juniatun
  7. Anggota : Ir. Ig. Suwito
TIM KECAMATAN LAWEYAN :
  1. Ketua : Djaswadi, ST.
  2. Wakil ketua : Ir. Bagoes Soedjadi M, Si.
  3. Wakil ketua : Lukman Lahji
  4. Wakil ketua : Manu Kaharudin
TIM KECAMATAN SERENGAN :
  1. Ketua : Djoko Sugiharto Harto Sasongko
  2. Wakil Ketua : Aswin Yuki Helmiarto
  3. Wakil Ketua : Ranto Sri Wahono
  4. Wakil Ketua : Sapto
TIM KECAMATAN PASARKLIWON :
  1. Ketua : RM. Tjuk Kussubagyo
  2. Wakil Ketua : Suprobo
  3. Wakil ketua : Dwi hendratmo
  4. Wakil ketua : Adam
TIM KECAMATAN JEBRES :
  1. Ketua : Sapto waspodo
  2. Wakil ketua : Edi Pramono, SE.
  3. Wakil ketua : A. Ariyanto
  4. Wakil ketua : Moch. Sulistyo Saksono
TIM KECAMATAN BANJARSARI :
  1. Ketua : Cuk Kusuwarso Kasunarno
  2. Wakil Ketua : Suwardi
  3. Wakil Ketua : Setyawan Joko Santoso
  4. Wakil Ketua : Fajar
Maju terus JK-Wiranto, lebih cepat lebih baik dengan Hati Nurani tentunya !

KERAKYATAN = KEMANDIRIAN

Akhir-akhir ini kita disajikan dengan pertentangan yang meruncing tentang ekonomi pasar versus ekonomi kerakyatan.
Ada yang mengatakan bahwa ekonomi pasar tidak akan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak. Hal itu karena sekarang dimana pasar dunia dikuasai negara maju sehingga ketika kita berkiblat murni ke pasar maka kita jelas akan didikte mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa ekonomi yang terlalu populis pasti akan anti pasar dan anti pasar jelas tidak akan efisien serta akan runtuh seperti sosialisme dan etatisme di Eropa timur 1990-an.
Presiden kita, sang incumbent mencoba menawarkan "Ekonomi jalan tengah", dimana "orientasi pasar" digunakan untuk membuat efisien ekonomi, sementara itu tugas negara untuk terus mensejahterakan rakyatnya terus harus dilakukan. Disitulah jalan tengahnya menurut Bapak Presiden.
Tetapi apakah dengan merumuskan jalan tengah di bidang perekonomian seperti itu habis perkara masalahnya? Ooh belum tentu, dan penulis beranggapan sangat-sangat absurd. Alih-alih seperti maksudnya "jalan tengah" supaya kebijakan-kebijakan itu mempertemukan kedua titik tadi pasar-kesejahteraan rakyat... malah besar kemungkinan keduanya makin menjauh.
Kalau memang mau konsekuen dengan jalan tengah maka harus ada satu jargon lugas dan tegas. Apa itu, ya tidak lain tidak bukan KEMANDIRIAN. Tanpa titik pandang visi itu semua kebijakan ekonomi hanyalah obat sementara untuk suatu penyakit akut. China melakukan itu dan dia melesat. India melakukan itu dan dia mencuat. Demikian pula dengan Brasil, bahkan negara-negara seperti Vietnam dan Thailand.
Kemandirian bukan jargon tetapi visi. Kita tak bisa teriak-teriak cinta produksi dalam negeri ketika pasukan kita di Lebanon lebih bangga memakai panser VAB Perancis daripada buatan PINDAD. Kita tidak bisa teriak-teriak kemandirian ketika kita lebih bangga gunakan corvette buatan Belanda daripada rancangan PT.PAL. Dan saya kira nonsense kita ngomong-ngomong ini dan itu selama masih bangga menggunakan sepatu buatan Italy, baju China dan tas buatan Perancis.
Kemandirian adalah kepedulian, kepekaan, keinginan mendengar dan melihat bahwa potensi-potensi dalam diri kita sendiri melimpah ruah dan sangat-sangat mungkin digali. Sumber daya alam kita yang masih melimpah, kemapuan masyarakat mencukupi dirinya sendiri yang sebenarnya tinggi HARUS DILINDUNGI, bukan hanya dipajaki secara membabi buta dari dinas pasar, petugas pendaftaran HO dan lain-lain.
Konsep keberpihakan kepada UKM haruslah bukan lip service belaka tetapi bagaimana memberikan reward dan punishment yang jelas kepada siapapun lembaga perbankan yang lebih perduli/tidak perduli kepada UKM. Bagaimanapun kita harus lebih belajar, bagaimana kita sudah menyia-nyiakan beratus trilyun rupiah selama sepuluh tahun ini untuk "menyehatkan perbankan" perbankan kita dengan hasil yang sangat tidak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat .
Dan Jika JK-Wiranto InsyaAllah diRidloi Allah untuk dipercaya rakyat Indonesia memimpin 2009-2014 saya pikir Ekonomi Kerakyatan bukan hanya jargon tetapi perbuatan nyata. Nggak usahlah diperpanjang komitmen produk dalam negeri JK seperti sepatu Cibaduyut, panser PINDAD dan pembangunan BAndara Makassar. Contoh lain juga sudah seabreg, dan lebih lagi JK adalah bekas pengusaha anak bangsa yang jelas sangat mengerti asam-garam bagaimana menciptakan EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS KEMANDIRIAN.

Rabu, 03 Juni 2009

MAKNA DI TUGU PROKLAMASI

Di Lokasi Tugu ini Hampir Enam Puluh Lima Tahun Yang Lalu kita MENJADI SESUATU
Di Lokasi Tugu ini Hampir Enam Puluh Lima Tahun Yang Lalu kita MENJADI BERMAKNA
Menjadi sesuatu karena mencita-citakan sesuatu
Menjadi bermakna karena kita memang menjadi ada
Kita bukan kumpulan Kuli-kuli di negara sendiri
Kita bukan kumpulan yang tak mempunyai harapan
Dengan Tempo Yang sesingkat-singkatnya kita ingin memulai cita-cita kita
Dengan kesigapan dan kematangan melihat "peluang sejarah" kita menggerakkan cita-cita itu
Sebuah cita-cita luhur yag sampai sekarang pun kita masih tersendat menggapainya...
Hanya karena kurangnya kesigapan, kemandirian dan kesiapan Mengorbankan kepentingan sendiri !
Kita memulai dengan sigap, semoga InsyaAllah berbuah semua harap
Kita mulai dengan sederhana, semoga InsyaAllah Rakyat bisa mendengarnya
Dan kita mulai dengan rasa percaya, semoga InsyaAllah Tuhan YME memberi RidloNya
Maju terus untuk yang lebih cepat dan lebih baik !

Selasa, 02 Juni 2009

VISI EKONOMI JK-WIRANTO

Jusuf Kalla - Wiranto mempunyai Visi dan Misi :

  • Menjamin pertumbuhan capai 8% per tahun
  • Menekan subsidi negara senilai Rp 150 triliun melalui program konversi minyak tanah ke gas dan program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW
  • Memperbaiki peringkat indeks kemudahan berbisnis (doing business report) 2009 yang terpuruk di posisi 129 ke peringkat 75 paling lambat pada 2011
  • Merevitalisasi ekonomi daerah. Bank Pembangunan Daerah (BPD) diminta tidak menyetor aset-asetnya ke sertifikat BI, melainkan untuk membangun daerah masing-masing.
  • Menolak bantuan (utang) dari IMF
  • Menerapkan kedaulatan energi. Ekspor hanya dilakukan apabila ada surplus energi.
Sumber : Kallawiranto (http://kallawiranto.wordpress.com)

Waspadai "Perang Intelijen" Pendukung Capres



Pengamat dan peneliti politik nasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR. Lili Romli mengatakan, Rakyat perlu mewaspadai adanya "perang intelijen" yang mungkin dilakukan para mantan perwira tinggi TNI yang menjadi capres dan cawapres Jakarta (ANTARA News) - Rakyat perlu mewaspadai adanya "perang intelijen" yang mungkin dilakukan para mantan perwira tinggi (pati) TNI yang menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Jika itu terjadi dan tidak disikapi dengan bijaksana, tidak tertutup akan terjadi kekisruhan pada pemilihan presiden yang akan datang," kata pengamat dan peneliti politik nasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR. Lili Romli di Jakarta, Senin.

Menurut Lili, selain mencari "kebobrokan" capres/cawapres yang menjadi "rival", perang intelijen juga dikhawatirkan pada penggembosan massa jika menerima hasil yang tidak sesuai keinginan.
Source :
Situs resmi JK-Wiranto (http://jkwiranto.com/news.php)
Antara (http://pemilu.antara.co.id)

NOMOR 3

Mungkin bagi banyak orang nomor 3 adalah biasa saja. tetapi sebenarnya makna 3 sangat dalam.
tapi ini fakta-fakta tak terbantahkan tentang fenomena nomor 3 :
  1. Jaman dulu ada yang acungkan tiga jari untuk "Anak metal" wah itu berarti sekali jaman itu.
  2. Sekarang Operator selluler "yang penuh inovasi dan kreatif" ya "THREE seluler".
  3. Kita Umat Islam berwudlu dengan membasuh bagian badan... 3 kali
  4. JK-WIR itu sendiri 3 frasa !!
So mari kita anggap 3 MEMBUAT KITA LEBIH BAIK !

Senin, 01 Juni 2009

Smart Negosiation, Kunci Kemandirian dan Kejayaan Indonesia Kedepan


Bayangkan Konflik Aceh, Ambon dan Poso kalau kita terus larut-larutkan dengan pendekatan keamanan belaka ? Berapa ratus milyar kita habiskan tanpa kejelasan akhirnya., berapa nyawa dan derita akan terus diterima rakyat? Kepemimpinan "Entrepreneurship" dengan segala terobosan dan keuletannya rupanya berakhir manis... kita tidak harus kehilangan harga diri, martabat bahkan Tanah tumpah darah, tetapi malah bisa merangkul kembali saudara-saudara kita tersebut secara manis dan berbudaya.
Ini bukan sekedar tebar pesona dan aku-mengaku siapa yang pantas dapat Nobel Perdamaian atau tidakbeberapa waktu yang lalu setelah Perjanjian Damai ini ramai dipergunjingkan)... tetapi lebih dari itu tentang persistensi (kegigihan) dan kejelian berinisiatif. Jeli melihat peluang sekecil apapun disaat semua pihak mengalami kebuntuan, dan gigih dalam mempertahankan esensi kita maju berunding.
Konon khabarnya, jaman pemerintahan Megawati (2001-2004) ada pembagian tugas antara kedua Menko yang menjabat ketika itu : SBY (MenkoPolkam) menangani kasus Aceh dan Papua, sementara JK (MenkoKesra) menangani kasus Poso dan Maluku. Hasilnya Poso dan Maluku menciptakan Deklarasi damai yang cukup gemilang, sementara Aceh berlarut-larut sampai baru selesai 2006 deklarasi Helsinki ini juga Tim Perunding langsung diawasi sang Wapres JK).
Apa kesimpulan dari tulisan diatas... memang kita perlu angin segar dalam menangani segala macam negosiasi dengan pihak luar. Selama ini negosiasi kita dengan luar menghasilkan : Blok Cepu yang dikuasai Exxon Mobil untuk dianggurkan sebesar-besar kemakmuran rakyat??, Kontrak Karya di Tembagapura yang membuat kita hanya penonton melongo, Sipadan dan Ligitan yang lepas tanpa kita sempat "berkeringat" mempertahankannya dan "Hutang luar negeri" kita yang setiap saat anak cucu kita menanggung makin berat. Insyaallah dengan "Smart Negotiation" jika JK-Wiranto terpilih hasilnya akan lain.
Jika JK-Wiranto terpilih, Insyaallah kasus seperti Ambalat tidak mungkin dibiarkan berlarut-larut menjadi terkesan seperti "Sinetron" yang tak lucu!
MEMANG BUTUH ORANG YANG BISA BERTINDAK CEPAT DAN LEBIH BAIK (BUKAN SEKEDAR PERAGU) UNTUK BERUNDING MEWAKILI "BANGSA INDONESIA" YANG TERHORMAT INI !!!